Welcome!

Selamat datang! Bagi para pemeluk agama hindu, disini ada banyak referensinya!

Thursday, March 22, 2012

Kisah Cerita Panca Tantra ; Perselisihan diantara Sahabat bagian 1

Nah, sebagai permulaan saya akan memulai postingan pertama dengan kisah Panca Tantra,  daripada repot repot menjelaskan, mari kita mulai ceritanya!!! Ingat, ini bari bagian pertama karena ceritanya yang lumayan panjang.

Bagian 1 : Tiga Pangeran Yang Bego

   Dahulu kala, di India Selatan ada sebuah kerajaan dengan ibukotanya bernama Mahilaropyam. Di kerajaan itulah memerintah seorang raja, Armashakti namanya. Beliau amat sangat terpelajar dan sangat ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan termasuk seni.
   Raja itu mempunyai tiga orang putra bernama Bahushakti, Ugrashakti, dan Anantashakti. Namun sayang, ketiga pangeran itu sama sekali tidak ada yang mewarisi bakat dan sifat ayahandanya.. Mereka sama sekali tidak memiliki minat belajar, hingga semuanya bodoh .
   Sang raja tentu sangat risau dan prihatin terhadap kenyataan ini. Sebab beliau khawatir, jika dinastinya ambruk karena tidak ada yang mewarisi kekuasaannya kelak. Sang raja kemudian mengumpulkan para menterinya khusus untuk membahas bagaimana caraya mengantisipasi semua itu.
   "Saudara-saudara, kalian semua telah mengetahui bagaimana bodohnya ketiga putraku. Mereka sama sekali tidak memiliki pengertian sedikitpun. Melihat keberadaan mereka, kegairahan hidupku sangat terganggu."
   Sang raja lalu mengutip kata kata mutiara.

   "Anak yang tidak lahir, mati dan bodoh,
   dua jenis pertama adalah lebih baik,
   karena menimbulkan kesedihan hanya sekali saja,
   namun anak yang bodoh menimbulkan
   kesedihan sepanjang hayat"

   Setelah berhenti sejenak, sang raja melanjutkan lagi :

    "Dan...Apakah gunanya sapi bila tidak
    beranak ataupun tidak menghasilkan susu,
    dan apakah gunanya seorang anak,
    yang bodoh dan tidak berbakti?"


   Setelah membaca kata kata indah itu, sang raja menatap para menterinya satu persatu.
     "Oleh karena itu, mohon berikan aku jalan sehingga anak-anakku menjadi maju dan berilmu"

   Salah seorang menterinya berkata. "Yang Mulia. Untuk memahami tata bahasa saja membutuhkan duabelas tahun. Kemudian ditambah dengan ilmu yang lain, misalnya ilmu eonomi dan agama memerlukan rentang waktu yang lama untuk benar-benar bisa menguasainya. Setelah menguasai itu, barulah kecerdasan bisa berkembang."
   Sumati, salah seorang menteri yang lain berkata menimpali, "Hidup kita amat singkat, sedangkan ilmu-ilmu yang disebutkan tadi memerlukan waktu lama untuk menguasainya. Jadi, kita harus menemukan cara yang lebih singkat untuk mencerdaskan para pangeran."
   Sang Raja merasa lega mendengar ucapan Sumati. Belum sempat mengucapkan sebuah kata, Sumati sudah mendahului, "Hamba mengenal seorang Brahmana, namanya Vishnu Sharma. Beliau begitu ahli dalam berbagai bidang ilmu. Semua muridnya tak terhingga jumlahnya. Demikianlah, hamba mengusulkan agar para pangeran diserahkan pada sang Brahmana, hamba yakin beliau akan menjadi tentram."
   Sesudah raja mendengar ini, beliau memutuskan untuk segera mengundang Vishnu Sharma ke istana segera. Sidang pun ditutup, dan Sumati diutus untuk menemui Vishnu Sharma . Tidak beberapa lama, sang brahmana segera menghadap raja di istana, sang raja memberi penghormatan istimewa kepada Vishnu Sharma.
   "Bhagawan, saya mohon, didiklah putra-putra saya agar cepat menguasai Nitisastra. Sebagai ucapan terima kasih, saya akan memberikan seratus desa yang bebas pajak."
   Vishnu Sharma tersenyum mendengar sabda sang raja. Dengan tutur tata bahasa yang lembut, Bhagawan Vishnu Sharma menghaturkan sembah, "Yang Mulia, saya mohon paduka mendengarkan kata kata saya. Percayalah dan peganglah kata kata saya, sebab kata kata saya adalah kebenaran. Saya tidak akan menjual ilmu pengetahuan karena loba akan harta benda. Saya tidak gila harta. Umur saya sudah delapan puluh tahun dan indra saya terkendali. Sebagai seorang guru saya selalu siap mendidik putra-putra anda. Catatlah harinya, jika dalam waktu enam bulan dalam asuhanku putra putra tuan tidak menguasai nitisastra, maka biarlah saya tidak mecapai surga. Catatlah sumpah saya ini."
   Raja dan para menteri sangat terkejut sekaligus gembira mendengar sumpah sang bhagawan yang idak main-main sekaligus tidak masuk akal itu. Dengar penghormatan dan penghargaan tinggi, Raja kemudian menyerahkan ketiga putranya kepada sang brahmana untuk kemudian diajak ke asrama menempuh pendidikan.
   Bhagawan Vishnu Sharma mula mula memberikan pelajaran berupa cerita-cerita karangan yang khusus untuk ketiga putra raja tersebut. Karya sastra yang disebut nitisastra
 itu dibagi menjadi lima tantra, yaitu :

    1.Perselisihan di Antara Sahabat
    2.Mendapatkan Teman
    3.Gagak dan Burung Hantu
    4.Kehilangan Keuntungan
    5.Tindakan Tanpa Pertimbangan

   Bhagawan Vishnu Sharma mengatakan, cerita ini sangat tinggi nilainya, bahkan memiliki mukjizat.
     "Orang yang telah mempelajari Nitisastra ini, atau hanya mendengarkan ajaran-ajarannya, tak akan pernah terkalahkan, bahkan oleh Indra, Dewa Surga sekalipun" kata Bhagawan.



Nahhh....Bersambung nih, jari juga udah cape buat ngetik, nanti akan saya lanjutkan, suatu hari nanti...!
















         

6 comments: